Heading to Summit, Finding a Story: Mengukir Jejak Solidaritas di Jalur Batur
KINTAMANI – Gunung bukan hanya tentang seberapa tinggi puncaknya, tapi tentang pengalaman yang kita temukan di sepanjang jalurnya. Pada tanggal 12 April 2026, semangat ini dibawa oleh para peserta dalam kegiatan pendakian bersama bertema "Heading to Summit, Finding a Story”. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat solidaritas, melatih ketahanan fisik dan mental, serta membangun kebersamaan antar peserta. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Mapala Kosala Raya. Melalui jalur Pura Pasar Agung, para peserta memulai langkah sejak pukul 05.00 WITA, membawa harapan untuk menyapa matahari terbit dari ketinggian Kintamani.
Meskipun antusiasme meluap, perjalanan kali ini memberikan pelajaran tentang kesabaran. Kondisi jalur yang sangat padat (traffic jam) oleh pendaki lain membuat pergerakan sempat tertahan di beberapa titik sempit. Demi alasan keamanan dan kenyamanan bersama, panitia mengambil keputusan bijak untuk tidak memaksakan diri mencapai titik puncak tertinggi. Di titik aman yang tersedia, kami justru menemukan esensi sebenarnya dari perjalanan ini: beristirahat sejenak, melepas lelah bersama, dan mengabadikan momen kebersamaan lewat foto-foto dokumentasi yang penuh kenangan.
Setiap kegiatan tentu memiliki tantangannya sendiri. Selain kondisi jalur yang padat, keterbatasan personil panitia di lapangan memaksa tim yang hadir untuk bekerja ekstra. Dengan semangat saling menutupi, setiap panitia bahu-membahu menjalankan tugas ganda demi memastikan setiap peserta tetap merasa aman selama pendakian berlangsung. Pengalaman ini menjadi pengingat berharga akan pentingnya kekompakan dan persiapan yang lebih matang di masa mendatang.
Kegiatan ini ditutup dengan perjalanan turun yang tertib dan penuh rasa syukur. Sebagai bahan evaluasi bersama, ke depannya kita perlu lebih cermat dalam memetakan waktu pendakian agar terhindar dari keramaian yang berlebih sehingga suasana alam lebih terasa. Selain itu, penguatan komitmen internal panitia akan menjadi prioritas agar setiap rencana dapat tereksekusi dengan lebih maksimal. Karena pada akhirnya, perjalanan ini membuktikan bahwa solidaritas tim jauh lebih utama daripada sekadar mencapai titik tertinggi.
“Puncak hanyalah bonus, karena cerita sebenarnya ada pada setiap langkah lelah yang kita lalui bersama. Kita tidak hanya mendaki gunung, kita sedang mengukir arti kesabaran dan solidaritas.” -Ary Ketua Panitia Mendaki